Showing posts with label bitmap. Show all posts
Showing posts with label bitmap. Show all posts

Wednesday, November 30, 2016

Cara Memberikan Warna Gradien di Photoshop

Cara Memberikan Warna Gradien di Photoshop

Langkah untuk memberikan gradasi warna pada image adalah seperti berikut.
1. Pilih area yang diinginkan. Gradient Fill akan diterapkan pada semua 
layer aktif.
2. Klik Gradient Tool .
3. Tentukan beberapa pilihan pada Option bar.
4. Pilih Gradient Fill dari panel pop-up.
5. Tentukan Mode Blending dan Opacity.
6. Tentukan corak gradasi warna pada Optionbar.
Linear Gradient Akan menghasilkan corak dari batas awal sampai 
batas akhir dalam sebuah garis lurus. Dengan 
kata lain, pilihan ini akan membentuk sebuah 
gradien warna berbentuk garis lurus.
Radial Gradient Akan menghasilkan corak dari batas awal hingga 
batas akhir berbentuk pola melingkar.
Angular Gradient Akan menghasilkan corak berupa sapuan yang 
berlawanan dengan arah jarum jam di sekeliling 
batas awal.
Reflected Gradient Akan menghasilkan corak yang menggunakan 
gradien garis lurus simetris pada salah satu sisi 
batas awal.
Diamond Gradient Akan menghasilkan corak dari sisi luar batas 
awal dalam pola diamond. Batas akhir 
menentukan satu sudut pada diamond.
7. Untuk membalik warna dalam Gradient Fill, aktifkan pilihan Reverse.
8. Untuk membuat campuran yang halus, aktifkan pilihan Dither pada
Optionbar.
9. Untuk menggunakan lapisan transparan pada Gradient Fill, pilih
Transparency.
10. Tempatkan pointer pada image di mana Anda ingin menentukan batas
awal dari gradien, lalu geser untuk menentukan batas akhir.
11. Gradient Tool tidak dapat digunakan pada image dalam format Bitmap
atau Indexed > Color.
Mengubah Ukuran Canvas di Photoshop

Mengubah Ukuran Canvas di Photoshop


Langkah untuk mengubah ukuran kanvas adalah seperti berikut. 
1. Bukalah sebuah file gambar. 
2. Pilih menu Image > Canvas Size hingga muncul kotak dialog Canvas 
Size. 
3. Tentukan perubahan ukuran kanvas beserta satuannya pada pilihan 
Width dan Height untuk mengatur lebar dan tinggi kanvas. 
4. Aktifkan pilihan Relative. 
5. Tentukan warna kanvas yang diinginkan pada kotak warna yang berada 
pada kanvas Extension Color. 
6. Dalam pilihan Anchor terdapat 9 buah kotak untuk mengatur posisi 
gambar terhadap kanvas. Untuk meletakkan posisi gambar, klik salah 
satu kotak tersebut. Jika ingin meletakkan gambar di posisi tengah 
kanvas, klik kotak Anchor yang ada di tengah. 
7. Klik OK untuk melihat hasilnya.

Wednesday, October 12, 2016

Perbedaan Gambar Bitmap dan Vector

Perbedaan Gambar Bitmap dan Vector

Gambar Vektor 
Gambar vektor merupakan gambar yang terbentuk bukan dari kumpulan titik melainkan terbentuk dari sejumlah garis dan kurva. Karena gambar jenis vektor ini bukan terdiri dari titik, maka apabila tampilan gambar ini diperbesar tetap tidak akan kehilangan detailnya sehingga kualitas gambarnya tetap baik. Contoh gambar ini adalah teks dan logo. Perangkat lunak yang sering digunakan untuk mengolah gambar jenis
vektor ini adalah CorelDRAW, Freehand.
Monitor biasanya akan menampilkan gambar dalam bentuk piksel, maka semua gambar baik jenis vector maupun bitmap akan ditampilkan dalam bentuk piksel. Gambar ini mengandung unsur matematis seperti arah, ukuran sudut, ketebalan, warna, dan lain sebagainya.

Gambar Bitmap
Tampilan bitmap sering disebut dengan gambar raster yaitu tampilan gambar yang terdiri dari titik-titik atau piksel. Masing-masing piksel ini mempunyai lokasi serta warna tersendiri yang secara keseluruhan membentuk sebuah tampilan gambar pada saat gambar diperbesar. Kehalusan tampilan gambar ini sangat tergantung kepada resolusi serta titik atau piksel yang membentuk gambar tersebut.
Apabila gambar ini diperbesar maka ini kelihatan kotak-kotak, semakin besar tampilan gambar maka semakin besar pula kotak-kotak tersebut, yang sebetulnya merupakan tampilan piksel yang diperbesar. Contoh gambar bitmap antara lain photo, gambar-gambar hasil scanner serta gambar yang dihasilkan dari software grafis seperti Adobe Photoshop, Corel PHOTO-PAINT.
Kelemahan dari gambar jenis bitmap adalah gambar akan menjadi pecah dan terlihat “kotak-kotak” (jagged) apabila gambar tersebut diperbesar atau dicetak menggunakan resolusi yang lebih kecil daripada nilai resolusi aslinya. Format bitmap ini memerlukan ruang penyimpanan data yang lebih besar dibandingkan dengan format vektor.

Perbandingan Gambar-Gambar Berbasis Vektor dan Bitmap

·         Berbasis Vektor
o   Gambar tetap jelas ketika di perbesar
o   Tersusun dari garis dan kurva, Path terdiri dari garis (line segment) dan beberapa titik (node) atau disebut dengan anchor point
o   Gradasi warna harus dianalisis dulu oleh para desainer grafis
o   Kualitas grafik tidak tergantung dari banyaknya pixel
o   Disusun oleh objek geometris yang dibuat berdasarkan perhitungan matematis
o   Sifatnya resolution independent
o   Ukuran penyimpanan relatif kecil
o   Program yang digunakan adalah Coreldraw, Adobe ilustrator, Macromedia Freehand
o   Nyaman dipakai untuk melayout halaman (teknik publishing), membuat font, dan ilustrasi.

·         Berbasis Bitmap
o   Gambar kurang jelas jika diperbesar
o   Terdiri atas titik (piksel), beragam warna, piksel tersebar dalam pola grid
o   Gradasi warna lebih luwes dan nyata
o   Mampu menyimpan gambar antar-format, yaitu JPEG, BMP,GIF, TIFF, dan PNG
o   Ukuran file yang dihasilkan besar
o   Kualitas grafis tergantung dari banyaknya pixel
o   Disusun oleh objek yang disebut pixel
o   Sifat resolusinya dependent atau dipengaruhi resolusi
o   Ukuran penyimpanan relatif besar

Pengertian Legibility

Pengertian Legibility

LEGIBILITY
Legibility memiliki pengertian sebagai kualitas huruf atas naskah dalam tingkat kemudahannya untuk dibaca. Tingkat keterbacaan ini tergantung kepada tampilan bentuk fisik huruf, ukuran, serta penataan dalam sebuah naskah.


Mata dapat mengenal bentuk huruf walaupun hanya setengah bagian ke atas dari fisik huruf yang tampil. Huruf serif lebih memiliki karakter pada setengah bagian ke atas dibandingkan dengan sans serif, oleh karena itu huruf serif lebih mudah dibaca. Dari fungsinya, serif bertindak sebagai pengait yang secara maya dapat menjembatani ruang antara huruf yang saru dengan yang lain.Huruf serif dapat menyebabkan kerja mata menjadi lebih ringan pada saat membaca naskah dengan jumlah kata yang banyak.

Naskah yang dicetak dengan huruf besar kecil (upper-lower case) akan lebih nyaman dibaca. Bila dibandingkan dengan fisik upper case, bentuk lower case lebih mudah dibedakan antara huruf yang satu dan yang lain. Naskah yang keseluruhannya dicetak sengan huruf besar (all caps) terasa akan lebih cepat melelahkan mata.
Pengertian dan Jenis-Jenis Tipografi Digital

Pengertian dan Jenis-Jenis Tipografi Digital

Kehadiran teknologi komputer memberikan solusi yang lebih bersifat teknis bagi perkembangan dunia tipografi. Kecanggihan perangkat keras dan perangkat lunak telah memberikan banyak peluang serta mempermudah pekerjaan para perancang huruf untuk mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan baru dalam proses penciptaan desain huruf baru.
Esensi dari konsep tipograsi digital adalah teknik skala (scaling). Huruf dapat dengan mudah diperbesar atau diperkecil pada layar monitor dengan  tampilan serta hasil pencetakan yang solid dengan kualitas ketajaman yang sempurna. Huruf Bitmap (Bitmap Font) yang muncul di sekitar awal tahun 1980 memiliki kualitas output dengan resolusi tetap 72 dot per inch (dpi) dalam ukuran tetap 12 pt. Apabila huruf ini dicetak dengan menggunakan printer yang memiliki resolusi 600 dpi, maka kualitas yang dihasilkan akan tetap 72 dpi. Begitu pula apabila huruf dengan ukuran 12 pt diperbesar menjadi 24 pt atau lebih akan terlihat bergerigi (jaggies).

Format PostScript dan TrueType merupakan jawaban dari permasalahan yang dimiliki oleh Bitmap Fonts. PostScript danTrueType sering disebut juga sebagai outline fonts atau scalable fonts. Keduanya didiskripsikan secara matematik dengan berbagai instruksi yang dapat mengaktifkan computer dan printer untuk “menggambar”  huruf dalam berbagai ukuran dan resolusi,

Yang membedakan antara PostScript dan TrueType adalah cara pembentukan garis-garis lengkung yang menggunakan beberapa buah titik.
PostScriptMenggunakan metode Bezier Curves dengan minimum pemakaian empat buah titik untuk menghasilkan sebuah garis lengkung yang terdiri dari dua titik akhir dan dua titik kontrol.
TrueTypeMenggunakan metoda Quadratic B-Spline dengan menerapkan titik-titik secara langsung pada garis dan bagian-bagian yang akan dilengkungkan. Pada intinya PostScript dan TrueType Fonts memilik kapabilitas yang hamper sama.
Gambar  Perbedaan PostScript dan TrueType  
Powered by Blogger.