Showing posts with label Info. Show all posts
Showing posts with label Info. Show all posts

Wednesday, June 7, 2017

Pengertian Dari Pengolahan Citra

pengertian citra dan pengolahan citra digital
Citra atau Image merupakan istilah lain dari gambar, yang merupakan informasi berbentuk visual. Suatu citra diperoleh dari penangkapan kekuatan sinar yang dipantulkan oleh objek. Ketika sumber cahaya menerangi objek, objek memantulkan kembali sebagian cahaya tersebut. Pantulan ini ditangkap oleh alat-alat pengindera optik, misalnya mata manusia, kamera, scanner dan sebagainya. Bayangan objek tersebut akan terekam sesuai intensitas pantulan cahaya. Ketika alat optik yang merekam pantulan cahaya itu merupakan mesin digital, misalnya kamera digital, maka citra yang dihasilkan merupakan citra digital. Pada citra digital, kontinuitas intensitas cahaya dikuantisasi sesuai resolusi alat perekam. 

Suatu citra adalah fungsi intensitas 2 dimensi f(x, y), dimana x dan y adalah koordinat spasial dan f pada titik (x, y) merupakan tingkat kecerahan (brightness) suatu citra pada suatu titik. Citra digital adalah citra f(x,y) yang telah dilakukan digitalisasi baik koordinat area maupun brightness level. Nilai f di koordinat (x,y) menunjukkan brightness atau grayness level dari citra pada titik tersebut. 

Citra Digital adalah representasi dari sebuah citra dua dimensi sebagai sebuah kumpulan nilai digital yang disebut elemen gambar atau piksel. Piksel adalah elemen terkecil yang menyusun citra dan mengandung nilai yang mewakili kecerahan dari sebuah warna pada sebuah titik tertentu. Umumnya citra digital berbentuk persegi panjang atau bujur sangkar (pada beberapa sistem pencitraan ada pula yang berbentuk segienam) yang memiliki lebar dan tinggi tertentu. Ukuran ini biasanya dinyatakan dalam banyaknya piksel sehingga ukuran citra selalu bernilai bulat. Setiap piksel memiliki koordinat sesuai posisinya dalam citra. Koordinat ini biasanya dinyatakan dalam bilangan bulat positif, yang dapat dimulai dari 0 atau 1 tergantung pada sistem yang digunakan. Setiap piksel juga memiliki nilai berupa angka digital yang merepresentasikan informasi yang diwakili oleh piksel tersebut. Format data citra digital berhubungan erat dengan warna. Pada kebanyakan kasus, terutama untuk keperluan penampilan secara visual, nilai data digital merepresentasikan warna dari citra yang diolah. Format citra digital yang banyak dipakai adalah Citra Biner (monokrom), Citra Skala Keabuan (gray scale), Citra Warna (true color), dan Citra Warna Berindeks. 

Pengolahan citra adalah sebuah proses pengolahan yang inputnya adalah citra. Otuputnya dapat berupa citra atau sekumpulan karakteristik atau parameter yang berhubungan dengan citra. Istilah pengolahan citra digital secara umum didefinisikan sebagai pemrosesan citra dua dimensi dengan komputer. Dalam definisi yang lebih luas, pengolahan citra digital juga mencakup semua data dua dimensi. Citra digital adalah barisan bilangan nyata maupun kompleks yang diwakili oleh bit-bit tertentu. 
Pengolahan citra memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah: 
  1. Digunakan sebagai proses memperbaiki kualitas citra agar mudah diinterpretasi oleh manusia atau komputer. 
  2. Digunakan untuk Teknik pengolahan citra dengan mentrasformasikan citra menjadi citra lain. Contoh : pemampatan citra (image compression) Sebagai proses awal (preprocessing) dari komputer visi. 

Pengolahan citra dapat dibagi kedalam tiga kategori yaitu : 
  1. Kategori rendah melibatkan operasi-operasi sederhana seperti pra-pengolahan citra untuk mengurangi derau, pengaturan kontras, dan pengaturan ketajaman citra. Pengolahan kategori rendah ini memiliki input dan output berupa citra. 
  2. Pengolahan kategori menengah melibatkan operasi-operasi seperti segmentasi dan klasifikasi citra. Proses pengolahan citra menengah ini melibatkan input berupa citra dan output berupa atribut (fitur) citra yang dipisahkan dari citra input. Pengolahan citra kategori melibatkan proses pengenalan dan deskripsi citra. 
  3. Pengohalan kategori tinggi ini termasuk menjadikan objek-objek yang sudah dikenali menjadi lebih berguna, berkaitan dengan aplikasi, serta melakukan fungsi-fungsi kognitif yang diasosiasikan dengan vision.
Sejarah Desain Grafis

Sejarah Desain Grafis

Dikutip dari halaman wikipedia:
Sejarah desain grafis tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangan seni rupa. Karenanya, produk komunikasi visual tertua yang pernah ditemukan adalah lukisan gua di LascauxPerancis, yang diperkirakan berasal dari 15.000-10.000 SM.[1] Simbol-simbol berbentuk ideogram ini kemudian berkembang menjadi aksara yang pada masa modern ini rutin kita gunakan di layar.
Henry Cole menjadi salah seorang yang paling berpengaruh dalam pendidikan desain di Inggris, ia meyakinkan pemerintah tentang pentingnya desain dalam sebuah jurnal yang berjudul Journal of Design and Manufactures. Dia menyelenggarakan The Great Exhibition sebagai perayaan atas munculnya teknologi industri modern dan desain bergaya Victoria.
Dari tahun 1891 sampai 1896, Percetakan William Morris Kelmscott mempublikasikan buku karya desain grafis yang dibuat oleh gerakan Arts and Crafts , dan membuat buku dengan desain yang lebih bagus dan elegan untuk dijual kepada orang-orang kaya. Morris membuktikan adanya potensi pasar untuk produk-produk desain grafis. Morris juga mempelopori pemisahan desain grafis dari seni rupa. Karya –karya Morris dan karya dari pergerakan Private Press secara langsung mempengaruhi Art Nouveau, dan secara tidak langsung mempengaruhi perkembangan desain grafis pada awal abad ke 20.
Kata Desain Grafis pertama kali digunakan pada tahun 1922 di sebuah esai berjudul New Kind of Printing Calls for New Design yang ditulis oleh William Addison Dwiggins, seorang desainer buku Amerika.
Raffe's Graphic Design, yang diterbitkan pada tahun 1927, dianggap sebagai buku pertama yang menggunakan istilah Desain Grafis pada judulnya
The signage in the London Underground adalah contoh desain klasik pada abad modern yang menggunakan jenis huruf yang dirancang oleh Edward Johnston pada tahun 1916.
Pada tahun 1920, Aliran konstuktivisme di Uni Soviet melihat seni yang berorientasi individu tidak ada gunanya bagi Rusia dan membuat sesuatu yang dapat diterapkan di dunia nyata. Mereka mendesain bangunan, perangkat teater, poster, kain, pakaian, perabot, logo, menu, dll.
Jan Tschichold merumuskan prinsip-prinsip dasar tipografi modern pada tahun 1928 dalam bukunya yang berjudul New Typography. Tschichold, Bauhaus,Herbert Bayer and Laszlo Moholy-Nagy, and El Lissitzky adalah tipografer yang berpengaruh besar dalam ilmu desain grafis yang kita kenal sekarang ini. Mereka mempelopori teknik produksi yang digunakan sepanjang abad ke 20. Pada tahun-tahun berikutnya desain grafis mendapat banyak pengakuan dan mulai banyak diterapkan. Pasca Perang Dunia II, kebutuhan akan desain grafis meningkat pesat, terutama untuk periklanan dan kemasan produk. Perpindahan Sekolah Bauhaus dari Jerman ke Chicago pada tahun 1937 membawa pengaruh besar pada desain di Amerika. Nama- nama yang terkenal diantaranya Adrian Frutiger(desainer jenis huruf Univers dan Frutiger), Paul Rand(yang dari akhir 1930-an sampai kematiannya pada tahun 1996 menggunakan prinsip Bauhaus dan menerapkannya padaiklan dan desain logo.
Perkembangan industi desain grafis tumbuh seiring dengan perkembangan konsumerisme. Hal ini menimbulkan kritik dari berbagai komunitas desain yang tertuang dalam First Things First manifesto yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1964 dan diterbitkan kembali pada tahun 1999 di majalah Émigré. Konsumerisme terus tumbuh, sehingga terus memacu pertumbuhan ilmu desain grafis. Hal ini menarik para praktisi desain grafis, beberapa diantaranya adalah : Rudy VanderLans, Erik Spiekermann, Ellen Lupton and Rick Poynor.

Wednesday, April 26, 2017

Font Populer Para Desainer Grafis

daftar+nama+font+jitu+untuk+desain+grafis
Kali ini saya akan menulis tentang daftar nama font yang paling terkenal dan banyak digunakan oleh kalangan designer untuk keperluan desain grafis. Setelah saya baca beberapa rujukan, ketemulah beberapa font yang paling paling populer, berikut ini daftar nama font jitu tersebut.

1. Font Helvetica
    Yang membuat dan merancang font Helveticadesignernya bernama Eduard Hoffmann dan Max Meidinger 
2. Font Bodoni
    Dibuat oleh Giambattista Bodoni
3. Font Baskerville
    Font Baskerville dirancang oleh John Baskerville
4. Rockwell
5. Verdana
6. Times New Roman
7. Clarendon
8. Gill Sans
9. Bembo
10. Futura

Dan masih banyak lagi font yang lainnya, untuk keterangn dan bentuk-bentuk dari font jitu tersebut, silahkan anda cari sendiri ya.
Software Vector Paling Populer

Software Vector Paling Populer

Jika anda ingin membuat gambar vector, tentunya anda tidak lepas dari bantuan software pengolahan gambar menjadi vector. Hal aneh juga, jika tujuan akhir anda membuat gambar vector, sementara anda mengerjakannya dengan bantuan software bitmap seperti Adobe Photoshop dimana hasilnya akan menjadi bitmap lagi. Memang, vector merupakan suatu teknik pengolahan gambar menggunakan software vector dimana dasar yang menjadi strukturnya adalah garis yang membentuk image atau gambar sehingga tidak tergantung pada resolusi.

Berikut ini merupakan software pengolahan vector paling populer 

1. Adobe Ilustrator
Adobe Ilustrator merupakan produk keluaran dari Adobe, dimana software ini menjadi favorit dikalangan designer grafis pemula atau profesional, mempunyai tool2 pengolahan vector yang luar biasa, membuat adobe ilustrator sangat dekat dikalangan designer.

2. Coreldraw
Coreldraw merupakan produk software keluaran COREL, Kemampuan coreldraw dalam pengolahaan vector tidak bisa dipandang sebelah mata, mempunyai tool2 yang sangat mudah dipahami dan simple membuat coreldraw mempunyai banyak penggemar sebagai alat bantu pengolahan gambar vector.

3. Macromedia Freehand
Macromedia Freehand juga salah satu software pengolahan vector terbaik yang juga banyak digunakan kalangan designer grafis pada umumnya.

Itulah daftar software pengolahan vector paling populer dan banyak digunakan, walaupun masih banyak lagi software pengolahan vector yang lainnya, tetapi ketiga software itu sudah terbukti kemampuannya dalam pengolahan vector, pilih saja sesuai selera anda yang mana anda lebih sukai, kan kreatifitas ada di tangan anda sendiri. Semoga bermanfaat. Alfred Tezar

Wednesday, November 30, 2016

Cara Memberikan Warna Gradien di Photoshop

Cara Memberikan Warna Gradien di Photoshop

Langkah untuk memberikan gradasi warna pada image adalah seperti berikut.
1. Pilih area yang diinginkan. Gradient Fill akan diterapkan pada semua 
layer aktif.
2. Klik Gradient Tool .
3. Tentukan beberapa pilihan pada Option bar.
4. Pilih Gradient Fill dari panel pop-up.
5. Tentukan Mode Blending dan Opacity.
6. Tentukan corak gradasi warna pada Optionbar.
Linear Gradient Akan menghasilkan corak dari batas awal sampai 
batas akhir dalam sebuah garis lurus. Dengan 
kata lain, pilihan ini akan membentuk sebuah 
gradien warna berbentuk garis lurus.
Radial Gradient Akan menghasilkan corak dari batas awal hingga 
batas akhir berbentuk pola melingkar.
Angular Gradient Akan menghasilkan corak berupa sapuan yang 
berlawanan dengan arah jarum jam di sekeliling 
batas awal.
Reflected Gradient Akan menghasilkan corak yang menggunakan 
gradien garis lurus simetris pada salah satu sisi 
batas awal.
Diamond Gradient Akan menghasilkan corak dari sisi luar batas 
awal dalam pola diamond. Batas akhir 
menentukan satu sudut pada diamond.
7. Untuk membalik warna dalam Gradient Fill, aktifkan pilihan Reverse.
8. Untuk membuat campuran yang halus, aktifkan pilihan Dither pada
Optionbar.
9. Untuk menggunakan lapisan transparan pada Gradient Fill, pilih
Transparency.
10. Tempatkan pointer pada image di mana Anda ingin menentukan batas
awal dari gradien, lalu geser untuk menentukan batas akhir.
11. Gradient Tool tidak dapat digunakan pada image dalam format Bitmap
atau Indexed > Color.
Powered by Blogger.